Rabu, 23 Mei 2018

Apakah Bumi Berbentuk Datar? Part 1

bumi datar atau bulat
Dewasa ini, perdebatan mengenai bentuk bumi masih saja menjadi perbincangan dan tidak banyak juga orang yang sudah muak dengan teori konspirasi ini lalu mengabaikannya.

Sebenarnya poin dari perdebatan tersebut adalah, "apakah bumi berbentuk datar?" atau sebaliknya seperti yang kita ketahui yaitu berbentuk bulat.

Digeluti di banyak media sosial, tapi siapakah yang pertama kali menyebarluaskan informasi seperti ini? Jawabannya adalah akun youtube dengan nama Flat Earth 101.

Akun youtube tersebut melakukan representasi video yang berisi bahwa bumi itu datar, bahkan akun fe 101 sudah memiliki banyak bagian video lainnya. Ada bagian 1, bagian 2, dst dengan durasi rata rata 30 menit.

Pasti banyak yang penasaran bahkan hingga meriset dan mencari tahu seluk beluk di antrara kedua pihak. Pihak yang pro bumi datar maupun kontra terhadap bumi datar pun sama demikian.

Tetapi, di sini saya akan membahas secara tuntas, namun artikel kali ini saya akan membahas part 1 yang mana memiliki poin pendahuluan, latar belakang, dan beberapa patahan argumentasi.

Jujur, saya sendiri merasa geram, karena cara mereka berdebat sangatlah tidak lazim baik pihak pro maupun kontra, keduanya dominan menggunakan bahasa kasar dalam berdebat yang akhirnya menjerumus kepada debat kusir.

Untuk informasi, terdapat 2 kubu/pihak yang saling menyerang argumentasi demi memenangkan pendapatnya, dua kubu tersebut adalah FE (flat earth) dan GE (globe earth).

Bentuk bumi yang sebenarnya

Oke, kita kembali, saya akan mengatakan kebenarannya.
bumi sebenarnya berbentuk oblate spheroid (bulat pepat)

Bumi sebenarnya berbentuk bulat. Tapi, tunggu dulu...

Ini adalah miskonsepsi awal yang digunakan oleh kamu, tata bahasanya belum benar. Bagi kamu yang memihak kepada tim GE namun masih menyebutkan bentuk bumi adalah bulat, kamu salah.

Yang benar bentuk bumi adalah Oblate Spheroid atau bola pepat dengan diameter equatorial yang melebihi diameter polar.

Tapi ya, untuk orang awam, tidak mengapa menggunakan istilah bulat, karena wajar saja mereka tidak begitu memahami perihal bentuk yang sebenarnya.

Jadi, ya itu baru pendahuluan dari saya, saya akan mematahkan argumentasi flat earther yang sudah terkena brainwash.

Saya memohon untuk kamu, siapapun agar tetap memiliki sikap berkepala dingin, jangan mudah diadu domba, kalau mau berdebat, ayo kita berdebat sehat, diseriusi dan disimak masing-masing pihak, jangan menggunakan kesalahan logika dan menjatuhkan dengan cara kasar.

Adanya teori konspirasi bumi datar, rugikah?

Saya ingin menyatakan pendapat saya di sini, kalau boleh jujur saya ingin mengakui bahwa flat earther adalah orang-orang yang kritis, tapi gantung banget...

Oleh karena itu, banyaknya kekeliruan dalam video flat earther 101 tidak dapat dicerna dengan baik, walaupun secara bahasa mereka memang kritis.

Berbicara mengenai kerugian, Google Trends 2017 menunjukan data bahwa Negara Indonesia menganulir kata kunci flat earth menjadi kata kunci pertama di seluruh dunia.
kata kunci flat earth
Falah, Fajrul. Saintif. 2018. miskonsepsi bumi datar

Apakah yang seperti ini dapat disebut dengan kerugian? Saya jawab secara langsung, iya!

Mengapa demikian? Apakah kita rugi dalam faktor ekonomi, faktor sosial budaya, atau lain sebagainya? Bukan...

Tetapi kita sangat merugi dalam faktor ilmu pengetahuan, pendidikan kita masih jauh di bawah kata "standar internasional."

Itulah sebabnya pendidikan di Indonesia ini tidak maju, perkembangan dari tahun ke tahun memang ada, sih... Tapi perlu diingat! Perkembangannya tidak signifikan, naik pun hanya dalam kisaran 1 hingga 10 peringkat, terkadang turun lagi di tahun berikutnya.

Sungguh sedih dan mengecewakan, tapi, apakah ini semua disebabkan oleh teori konspirasi bumi datar? 
FE: Wah, ga bener ini, kan itu mah urusan pemerintah (kemendikbud), terus juga lagian emang fasilitasi pendidikan di indonesia ga mumpuni.

Nah, itu dia, kamu mendapatkan poin saya, jadi saya ingin menyorot kepada sistem pendidikan di Indonesia, hal ini secara tidak langsung mengarah kepada kesalahan akibat konspirasi bumi datar.

Karena Indonesia itu memiliki rakyat yang pintar, saya yakin ga ada yang bodoh, banyak yang telah berkontribusi untuk negara, ada juga yang merugikan negara dalam hal pendidikan, contohnya adalah bumi datar.

Oke, dengan adanya miskonsepi begini, rakyat Indonesia merupakan tipikal yang mudah diadu domba dan merupakan rakyat yang suka ikut-ikutan orang lain, dikenal bandwagoning effect.

Sampai di sini saya, saya harap kamu mengerti, saya akan kembali melanjutkan ke dalam bangunan argumentasi topik pada kali ini.

Kenapa sih bumi itu berbentuk bola pepat?

Hal ini mengacu kepada masa lalu bumi, kita balik lagi ke dalam masa emas pembuatan bumi, dimana saat itu bumi sedang "diproduksi."

Bumi itu sebagaimana objek luar angkasa lainnya, tercipta karena konsep Gravitasi, yaitu dimana massa yang satu akan menarik massa yang lainnya untuk membentuk suatu kesatuan baru.

Nah, Planet Bumi kita tercinta ini tercipta karena komet-komet berukuran besar berdatangan menghampiri komet lain hingga membentuk suatu kesatuan gravitasi yang dapat menarik 'objek lainnya'.

Pada masa inilah bumi dibentuk dan menjadi planet seperti yang kita kenal sekarang.

Sebenarnya prosesnya masih panjang, tapi saya cukupkan di sini, saya hanya ingin mengambil kesimpulan intisari argumentasinya.

Persoalan Gravitasi
Jadi ya, objek di alam semesta seperti bintang dan planet itu selalu bola pepat, karena konsep gravitasi itu sendiri, yaitu dimana massa yang satu akan menarik massa yang lainnya, hal ini juga yang menyebabkan bumi mengorbit matahari dan bulan mengorbit bumi.

A: Tapi,.. saya ga percaya tuh sama yang namanya Gravitasi
B: Benda itu jatuh karena adanya gravitasi, jatuh ke bumi.
A: Berat jenis kali itu namanya, hahahaha.

Waduh, melihat penganut bumi datar yang tertawa sambil mengekspresikan argumennya membuat saya cukup untuk melotot dan berpikir sejenak.
gravitasi bumi ya

Di atas adalah gambar turunan cara kita mengaplikasikan gaya gravitasi, cara paling fasih adalah menggunakan konstanta notasi g = 9,8 m/s^2.

Lanjut, mereka sama sekali tidak mengerti baik itu tentang berat jenis maupun tentang gravitasi. 

Karena pada kenyataannya, mereka tidak dapat selamanya menghitung gerak jatuh bebas tanpa menggunakan percepatan gravitasi (g = 9,8 m/s^2), ada beberapa yang tidak menggunakan konstanta tersebut tapi konteksnya itu sendiri keluar dari gravitasi.

Ketika mereka sudah kapok berargumentasi karena mendekati kekalahan akibat argumen 'berat jenis' ini, mereka akan mengatakan bahwa secara tidak langsung mereka mendukung pendapat GE dengan menyertakan gravitasi juga bisa didapat dari berat jenis.

Lho? Walaupun konteksnya udah keluar banget dan terlihat bahwa sudah dalam keadaan yang panik, tapi kita coba tetap bersikap tenang dan berkepala dingin.

Rupanya mereka sudah tidak ada kata-kata lagi, banyak pihak lain dari satu golongan bumi datar yang mengatakan ini dan itu yang mana merupakan istilah bersifat personal demi mendukung pendapat mereka, jujur ini kesalahan yang mutlak.

Mengapa satelit artifisial (buatan) tidak pernah mengisi bahan bakar?

satelit asli apa hoax, mari kita ulas
Kenapa bisa satelit yang ada di luar angkasa ga pernah berhenti dan terus berjalan tanpa mengisi bahan bakar?
Pertanyaan retoris yang selalu dikeluarkan oleh oknum teori konspirasi bumi datar tingkat basic atau yang masih dasar.

Jadi, di luar angkasa itu hampa udara, tidak ada hambatan, oleh karena itu, gaya gesek yang diterima di sana pun ada namun sangat kecil dan satelit tetap menerima tarikan gravitasi bumi karena konsep gravitasi yang sudah saya jelaskan, tapi sangat kecil, itu dia sebabnya disebut microgravity.

Nah, satelit juga dapat mempertahankan posisi orbitnya karena terdapat pengontrol satelit jarak jauh dari internal Bumi, kita tetap bisa mempertahankan posisi, karena efek gravitasi tersebut, kemungkinan jarak bisa berubah.

Kamu pastinya sudah mempelajari hukum kelembaman/inersia, di dalam hukum tersebut disebutkan sebagaiman berikut
Suatu benda akan cenderung untuk mempertahankan geraknya sesuai dengan kecepatan awalnya hingga ada gaya yang mempengaruhinya.
Prinsip ini sangat sesuai dengan implementasi massa objek tersebut, perlu diingat bahwa satelit buatan itu memiliki kecepatan yang sangat cepat dan arah yang tetap sehingga tidak mudah terpengaruhi gaya gravitasi bumi, oleh karena hanya menerima efek makro gravitasi.

Sekian tulisan pada part 1 ini, akan saya lanjutkan pada part 2, 3, dst hingga permasalahan ini saya kupas dengan total, sekian dan saya harap menambah wawasan, jangan lupa untuk keep questioning.

Artikel Terkait

Tertarik dengan hal-hal misteri dan astronomi
vi veri universum vivus vici
By the power of truth, I, while living, have conquered the universe.

gunakan formulir komentar dengan bijak, jangan promosi tanpa seizin owner
EmoticonEmoticon