Senin, 28 Mei 2018

Bagaimana Bulan Bisa Terbentuk?

Planet Bumi Dihancurkan
Ilustrasi Planet Theia menghantam Bumi 4.5 miliar tahun yang lalu
Bulan sebagai satelit alami Bumi yang mengorbit dan menemani bumi kita tercinta hingga akhir hayatnya memiliki awal—memiliki akhir juga pastinya.

Beberapa dari kalian mungkin penasaran tentang bagaimana caranya bulan bisa terbentuk pertama kali? Apakah bulan terbentuk hanya karena suatu kebetulan dan sudah ada dari sananya?

Mari kita masuk ke ranah konsep dasar alam semesta. Kamu telah mengetahui bahwa alam semesta sudah ada sejak 13.8 miliar tahun yang lalu, yang dimulai dengan adanya Big Bang.

Big Bang atau dentuman besar merupakan teori dasar bagaimana alam semesta dapat terbentuk seperti sekarang karena teori ini sudah didukung oleh teori lain yang memiliki keterkaitan, seperti halnya ekspansi alam semesta dalam Hukum Hubble.

Mari kita lanjutkan ke dalam pembahasan dasar mengenai bagaiman bisa bulan terbentuk.

Setelah alam semesta mengembang dan melakukan ekspansi ke segala arah, menyebarkan materi dan energi, 4.6 miliar tahun yang lalu Tata Surya terbentuk beserta jajaran planet-planetnya.

Tapi berapa umur bulan tepatnya? Para Ilmuwan mengatakan bahwa bulan setelah dihitung melalui konsep kimia yaitu menggunakan radioisotop.

Hasilnya bulan berumur 4.5 miliar tahun, atau 100 juta tahun lebih muda daripada Bumi.

Nah, apa yang kita dapat dari hasil penghitungan umur bulan ini? Tentunya kita mendapat gambaran, ternyata bulan memang terbentuk tidak lama setelah tata surya juga terbentuk.

Giant-Impact Hypothesis

Dengan mendapatkan gambaran tersebut, apakah ada yang terpikirkan ke dalam benak kamu? 

Kita semua, manusia, penasaran terhadap langit yang telah menyelubungi alam semesta dengan tenang dan damai, tapi di dalamnya tersimpan banyak misteri.

Ilmuwan akhirnya menemukan beberapa solusi pemecahan masalah ini.

Tentang bagaimana bulan bisa terbentuk pertama kali, sepertinya ilmuwan sepemikiran dengan saya, hehe

Oke, jadi begini, banyak ilmuwan sepakat bahwa bulan terbentuk akibat adanya tubrukan bersama planet lain yang menghantam bumi, tidak lama setelah bumi terbentuk.


Hal ini dinamakan Giant-Impact Hypothesis atau sering disebut sebagai Big Splash menggambarkan model di mana Bumi kala masih sangat muda ditubruk oleh planet lain, kalo diproyeksikan seperti umur manusia, kala itu Bumi masih berumur bayi.

Bagaimana bisa terjadi tubrukan?

Hal yang telah membuat adrenalin kamu terpacu dan merasa penasaran, sebenarnya bagaimana bisa planet kita ini ditubruk.

Sebenarnya, waktu itu bumi ditabrak oleh planet hipotesa bernama Planet Theia dikarenakan oleh pergerakan orbitnya ynag tidak teratur di tata surya yang baru terbentuk.

Kejadian ini terjadi setelah 20 hingga 100 juta tahun setelah bumi terbentuk menurut prediksi ilmuwan.

Diketahui akibat adanya tubrukan Planet Theia yang seukuran Mars sekarang menabrak Bumi, menyebabkan puing pecahan tersebut membuat suatu objek alam semesta yang baru—Bulan yang kita ketahui sekarang.

Karena tubrukan tersebut terjadi sangat dahsyat hingga menghancurkan hampir 3/4 bagian bumi menurut hipotesanya, tetapi pada akhirnya bumi mengalami penaikan massa dan bertambah besar akibat dari kejadian tersebut.

Bagaimana bulan bisa terbentuk? Jawabannya untuk sementara adalah karena hipotesis ini, karena saat ini ilmuwan percaya terbentuknya bulan karena giant-impact hypothesis yang disebabkan tabrakan Planet Theia dengan Bumi.

Perlahan namun pasti, kamu mungkin sudah mengetahui prinsip gravitasi, di mana massa yang satu akan menarik massa yang lainnya. 

Objek planet bumi yang memiliki massa yang besar akan mampu menarik bulan karena massanya yang lebih kecil sehingga bulan mengorbit bumi, begitu juga halnya dengan bumi yang mengorbit matahari.

Tentunya proses untuk membuat satu objek alam semesta seperti halnya satelit alami Bulan memerlukan waktu yang cukup lama bagi puing-puing untuk bersatu kembali. 

Perlu diketahui bahwa massa bulan adalah 1% dari massa bumi, yang berarti sejarah setelah tubrukannya dengan Planet Theia, Bumi mengalami pernaikan massa seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya.

Model Dasar

hipotesa Planet Theia tuburkan
model dasar, ilustrasi oleh: sos.siena.edu
Tubrukan yang lebih kuat dari 2000 bom nuklir atom hidrogen yang maha dahsyat ini mampu mengubah posisi arah orbit bumi.

Bumi setelahnya mengalami penambahan Angular Momentum atau Momentum Sudut yang menyebabkan bumi berputar, berotasi dan mengorbit matahari.

Dahulu, bumi berotasi sangat cepat, tepat setelah momen terjadinya tubrukan, menurut ilmuwan, rotasi bumi adalah 5 jam sehari dahulu kala.

Selain daripada itu, ilustrasi di atas menggammbarkan bahwa pasca terjadinya tubrukan, Bumi mengalami perubahan sudut rotasi, lebih miring karena berubah 23 derajat.

Bukti hipotesis tubrukan dengan Planet Theia

Ditemukannya isotop oksigen pada batu bulan Goodwill, yang telah dieksplorasi dan diobservasi oleh kru Apollo 17, kru terakhir yang mendaratkan kakinya di Bulan pada masa perang dingin.
batu bulan
batu bulan goodwill, sumber: wikipedia
Bukti kuat yang mendukung adalah inti bumi yang hampir sama dengan inti bulan yaitu, relatif besi, selain daripada itu perputaran bumi pada porosnya dan orbit bulan memiliki orientasi yang sama.

Tapi sekali lagi saya tekankan bahwa ini adalah suatu hipotesis yang belum dikembangkan menjadi teori mandiri oleh ilmuwan.

Kemungkinan terbesarnya adalah di masa depan, mungkin bukti hipotesis ini dapat teruji dan akhirnya giant-impact hypothesis akan menjadi teori yang konkret dan empiris.

Mari kita semua, umat manusia, membiarkan pikiran mengalir melalui alam semesta yang telah menatap kita dari sejak dahulu.

Alam semesta terkandung dengan banyak misteri, jadi saya harap artikel kali ini dapat bermanfaat, dan jangan lupa untuk keep questioning.

Artikel Terkait

Tertarik dengan hal-hal misteri dan astronomi
vi veri universum vivus vici
By the power of truth, I, while living, have conquered the universe.

gunakan formulir komentar dengan bijak, jangan promosi tanpa seizin owner
EmoticonEmoticon