Rabu, 23 Mei 2018

Bumi Tidak Akan Menjadi Planet Layak Huni Lagi

Kehidupan Bumi yang tidak lama lagi
Ilustrasi Bumi yang akan hancur
Tempat kita semua tinggal, menaungi rasa kesenangan, kesedihan, kebingungan dan lain lainnya terjadi di sini. Ya, benar, Bumi adalah satu satunya tempat yang dapat kita tinggali di Alam Semesta ini.

Bumi itu sama halnya dengan makhluk hidup pada dasarnya, dimana ia akan memiliki awal, namun juga memiliki akhir.

Tapi, apakah kalian tahu bahwasanya akhir hayat dari Bumi itu sangatlah tragis?

Keadaan Bumi Sekarang

Bumi merupakan salah satu di antara triliunan bahkan lebih dari itu yang dikategorikan sebagai 'planet' di alam semesta ini.

Tempat yang kita pijak sekarang ini menunjang kehidupan karena berbagai macam faktor, salah satu di antaranya adalah adanya air yang mencair di permukaan dan kandungan gas oksigen di atmosfer yang seimbang.

Mengapa hal demikian ini penting? Adanya air dapat menjadi faktor utama adanya kehidupan dalam suatu planet, satu satunya penopang kehidupan yang konkret—Bumi memilikinya.

Mengapa planet kita tercinta ini memiliki air yang mencair di permukaan? Hal itu dikarenakan oleh posisi bumi yang strategis bagi liquid water untuk tetap mempertahankan wujudnya dalam bentuk cair dan tidak terlalu panas juga dingin.

Sehingga hal ini sustainable atau cocok dengan kehidupan dan dapat diisi oleh beragam macam makhluk hidup, manusia, flora, dan fauna.

Memulai sejarahnya sejak 4,6 miliar tahun yang lalu, dahulu Bumi masih sangat panas dan tidak cocok untuk kehidupan, pada akhirnya setelah beberapa miliaran tahun mendingin dan membentuk suatu satelit alami bernama Bulan, Bumi mempunyai daratan yang didapat dari hasil aktivitas vulkanik.

Lanjut ke dalam intisari argumentasi postingan ini, keadaan Bumi yang sekarang, bisa kamu cek sendiri bahwa Bumi masih berada dalam jangkauan 'aman' untuk dijadikan tempat tinggal.

Tapi, kalian dapat melihat banyaknya aktivitas yang merusak komponen utama bumi, seperti halnya adalah maraknya gas rumah kaca, penebangan hutan secara liar dan besar-besaran, lalu merusak lingkungan alam lainnya.

Hal itu tentu tidak dapat menyeimbangkan ekosistem yang ada di planet kita ini.

Tapi, syukurlah, planet tempat kita bernaung ini masih dapat bertahan dengan kondisi yang semakin lama semakin memburuk, setidaknya dalam 10.000 tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT), melalui lembaga penelitiannya menunjukan bahwa dalam 10.000 tahun kedepan, Bumi akan semakin hancur dan penyebabnya adalah manusia.

Hancur di sini adalah dalam artian secara perlahan akan rusak komponen yang ada di dalamnya, sungguh sangat menyedihkan karena penyebabnya adalah manusia sendiri.

Keadaan Bumi di Masa Depan

Letak planet yang kita banggakan ini sangatlah strategis, termasuk ke dalam kategori zona goldilock.

Zona goldilock artinya zona bagi suatu planet dimana tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dengan bintang induknya.

Bumi merupakan objek ketiga setelah Planet Merkurius dan Venus, maksud dari zona goldilock secara pemahaman sederhana adalah zona yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas bagi kehidupan untuk berkembang.

Nah, komposisi temperatur yang ada di bumi sangatlah pas, sehingga memungkinkan adanya air yang mencair di permukaan planetnya.

Tetapi, kita melewatkan unsur terpenting yang menjadi faktor utama, yaitu bintang induknya—Matahari.

Matahari adalah objek alam semesta yang memiliki massa dan dapat memancarkan cahayanya sendiri.

Matahari menggunakan bahan bakar utama yaitu Hidrogen, nah pasokan Hidrogen itu sendiri di matahari tidaklah abadi.

Ketika bahan bakar Hidrogen sudah habis, maka Matahari secara otomatis akan mengganti bahan bakar yang baru yaitu Helium. Karena seperti yang kamu ketahui bahwa bintang itu terdiri atas dominan hidrogen dan helium.

Saat Matahari mulai memproduksikan helium sebagai bahan bakar untuk memancarkan cahayanya sendiri, matahari akan membesar secara sendirinya.

Hal itu dikarenakan matahari tidak dapat mempertahankan reaksi nuklir dari hidrogen dan tekanan berhasil membuat lapisan yang semakin membesar karena Matahari mulai memfusi helium.

Oh iya sobat, istilah keren dari membakar bahan hidrogen ini dikenal dengan fusi, ya karena prosesnya itu sendiri dinamakan Fusi Termonuklir.
fase red giant matahar
By Oona Räisänen (User:Mysid), User:Mrsanitazier. - Vectorized in Inkscape by Mysid on a JPEG by Mrsanitazier
CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=2585107

Pada masa ini, matahari akan sangat besar, bahkan dibandingkan dengan ukurannya sekarang, matahari bukanlah apa-apa! Lihat gambar di atas...

Untuk itu, terjadi juga perubahan zona aman agar kehidupan dapat terus berkembang, nah sayangnya di sini saat matahari semakin membesar dalam fase red giant, Bumi semakin panas.

Mengapa Bumi semakin panas? Alasannya adalah karena zona goldilock sudah mulai berubah dan bumi berada terlalu dekat dengan matahari, sama seperti antara jarak Merkurius dengan Matahari, bahkan bisa lebih dekat.

Bagaimana dengan planet yang lain sebelum Bumi? Mereka akan termakan, terlahap habis oleh matahari sebagai bintang induknya sendiri.
zona goldilock fase red giant

Bisa kalian lihat melalui gambar di atas, tadinya Bumi yang masuk ke dalam zona goldilock telah berubah menjadi planet yang mirip dengan Merkurius—sangat panas.

Tapi, berita bagusnya adalah hal ini terjadi masih sangat lama, sekitar 5-6 miliar tahun yang akan datang.

Jadi, kita masih bisa menikmati indahnya dunia tempat segala curahan hati kita berada—tempat manusia mengekspresikan dirinya.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk keep questioning.

Artikel Terkait

Tertarik dengan hal-hal misteri dan astronomi
vi veri universum vivus vici
By the power of truth, I, while living, have conquered the universe.

gunakan formulir komentar dengan bijak, jangan promosi tanpa seizin owner
EmoticonEmoticon