Sabtu, 19 Mei 2018

Teleskop Adalah Mesin Waktu

teleskop adalah mesin waktu
Mesin waktu adalah suatu alat yang dapat mengubah alur waktu, baik itu ke masa depan maupun ke masa lalu, menurut saya dirangkum dari berbagai kesimpulan definisi. Tapi, apakah kalian pernah terbayang bagaimana rasanya berada dalam suatu mesin waktu itu sendiri?

Well, saya akan kasih tau fakta yang mengejutkan, sebenarnya teleskop adalah mesin waktu...

Beberapa dari kalian mungkin akan menentang fakta ini, tapi percaya atau tidak, alat yang biasa digunakan secara umumnya untuk melihat bintang ini dapat menjadi suatu mesin waktu.

Seperti yang diketahui, teleskop memiliki fungsi sebenarnya yiatu untuk mengumpulkan dan memantulkan cahaya, terbagi menjadi teleskop refraktor dan reflektor.

Nah, saya ingin memberitahukan kepada kalian semua bahwa, faktor paling utama dalam perjalanan waktu adalah adanya dimensi waktu itu sendiri.

Alam semesta ini tercipta akibat adanya cahaya, kalau tidak ada cahaya, maka kita semua tidak akan bisa melihat tentunya, nah hal inilah yang menyebabkan adanya semua objek khususnya waktu.

Cahaya merupakan suatu entitas yang tidak dapat dipisahkan dari ruang dan waktu, cahaya itu sendiri diimplementasikan melalui partikel elementer bernama foton yang memiliki kecepatan 300.000 km/detik di vacuum state (ruang hampa udara).

teleskop mesin waktu

Bagaimana bisa teleskop disebut sebagai mesin waktu?

Secara ilmiahnya, teleskop dapat kita garis bawah sebagai suatu mesin waktu karena fungsinya itu sendiri yaitu menangkap cahaya.

Hal ini pertama kali diobservasikan oleh William Herschel pada saat ia sedang berada di pinggir pantai lalu mengobrol dengan anaknya.

William Herschel memberitahukan kepada anaknya bahwa, teleskop adalah mesin waktu, di mana ia menjelaskan kalau kita sedang melakukan sebuah pengamatan bintang entah letaknya di mana.

Pastinya sebuah teleskop akan menangkap cahaya dari bintang yang sedang diamati tersebut kan? Nah, dari situlah timbul gagasan oleh William Herschel yang menyebutkan teleskop sebagai mesin waktu.

Karena seperti yang kita ketahui dari konsep dasar cahaya itu sendiri, dia memiliki kecepatan 300.000 km/detik, lalu alam semesta saja luasnya bisa mencapai 94 miliar tahun cahaya.*
* = observable universe (alam semesta yang telah diobservasi manusia)

Artinya apa? dari titik awal alam semesta menuju titik akhir alam semesta yang telah diobservasi umat manusia butuh waktu 94 miliar tahun.

Oke kalau kalian bingung, alam semesta itu awal mulanya didasari oleh peristiwa Big Bang (Dentuman Besar), nah karena akselerasi dari ekspansi alam semesta itu melebihi batas kecepatan cahaya.

Oleh karena itu, luas dari observable universe bisa mencapai 94 miliar tahun cahaya dan berbentuk lingkaran bulat pepat karena ekspansinya meluas ke segala arah.

Lalu lanjut mengenai topik postingan ini, ketika teleskop menangkap suatu cahaya dari bintang yang berjarak 400 juta tahun cahaya, jauh dari galaksi bima sakti kita, kemungkinan bintang tersebut sudah mati.

Kenapa demikian? Karena yang kita lihat adalah cahaya bintang tersebut 400 juta tahun yang lalu, ingatlah bahwa cahaya membutuhkan waktu untuk sampai ke dalam mata kita dengan kecepatan 300.000 km/detik.

bintang bintang di angkasa

Oh mungkin kalian sedikit bingung dengan satuan jarak cahaya ini, oke kita sederhanakan saja, begini 1 tahun cahaya itu adalah 9.4 triliun km, kalau 400 juta tahun cahaya? hasilnya 3.76 x 10^21, angka yang sangat banyak dan jarak yang sangat jauh pastinya.

Lanjut lagi jika kalian sudah mengerti, kemungkinan besar yang kita amati tersebut sudah punah karena cahayanya baru sampai, cahaya dari 400 juta tahun yang lalu.

Itu dia, kita dapat menyimpulkan bahwa teleskop adalah mesin waktu yang dapat melihat masa lalu, namun bagaimana untuk ke masa depan?

Jawabannya; bisa, tapi ini masuk ke dalam bagian teori relativitas umum dan khusus yang dicetuskan oleh Albert Einstein, saya akan bahas ini nanti di postingan selanjutnya.

Well... kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi kedepannya, Alam Semesta penuh dengan misteri mengejutkan.

Ini adalah akhir dari tulisan yang cukup rumit ini, saya harap kalian bisa cepat mengerti, maaf jika terdapat kata yang membingungkan, keep questioning!

Artikel Terkait

Tertarik dengan hal-hal misteri dan astronomi
vi veri universum vivus vici
By the power of truth, I, while living, have conquered the universe.

gunakan formulir komentar dengan bijak, jangan promosi tanpa seizin owner
EmoticonEmoticon