Minggu, 03 Juni 2018

Ilmuwan Rusia Menyuntik Dirinya dengan Bakteri 3.5 Miliar Tahun

Ada kabar yang menarik, ilmuwan rusia dikabarkan telah menyuntik dirinya dengan bakteri berumur 3.5 miliar tahun dengan harapan dapat "memperpanjang umur."

Apa interkoneksi antara bakteria berumur 3.5 miliar tahun dengan "memperpanjang umur"? Mari kita bahas pada artikel kali ini.

Apakah mungkin seseorang dapat hidup abadi/hidup lebih lama dari manusia pada umumnya, hingga puluhan ribu tahun misalnya?

Saya rasa jawaban untuk sekarang ini adalah mustahil. Tapi kita tidak dapat mengambil keputusan begitu saja disaat mendengar adanya kabar bakteri berumur 3.5 miliar tahun yang dapat memperpanjang umur.

Ilmuwan rusia yang telah menyuntik dirinya dengan bakteri 3.5 miliar tahun berkata bahwa dirinya semakin bertambah sehat, lebih bugar, dan tidak mudah lelah. 
suntik bakteri

"Ini Bukanlah Sains Sungguhan"

Tidak ada fakta sains sampai detik ini yang menyebutkan bahwa terdapat bakteri berumur 3.5 miliar tahun yang dapat memperpanjang umur.

Dan semua konsep tentang materi memperpanjang umur merupakan suatu konsepsional yang menjadi paradigma dan tidak akan ditemukan solusi.

Karena seperti yang kamu ketahui bahwa memperpanjang umur bukanlah suatu hal yang mungkin—atau harus saya katakan memperpanjang umur adalah mustahil.

Tapi, kasus ilmuwan rusia yang menyuntikkan dirinya dengan bakteri berumur 3.5 miliar tahun ini sempat menjadi viral.

Dia mengatakan bahwa aksinya tersebut "bukanlah sains sungguhan."

Brouchkov dan Bakteria 3.5 miliar tahun

Ilmuwan gila yang berani menyuntikkan dirinya dengan bakteri berumur 3.5 miliar tahun tersebut bernama Anatoli Brouchkov—yang sedang kita bicarakan sekarang.
cara memperpanjang umur

Dia adalah seorang geocryologist di Moscow State University. Terlihat dengan rambut putihnya dan seperti yang dapat kita lihat pada pandangan pertama kalau dia dapat melakukan hal-hal yang gila dan di luar dugaan.

Nama bakteri tersebut adalah Bacillus F

Dr. Brouchkov pertama kali menemukan bakteri tersebut, Bacillus F, pada tahun 2009, membeku di tanah permafrost yang terletak di Pegunungan Siberia daerah Yakutsk.

Studi yang dipublikasikan Brouchkov, menyatakan bahwa bakteri Bacillus F ini masih hidup dikarenakan ada suatu mekanisme yang membuatnya bertahan lebih lama—mungkin kata dia dapat digunakan juga pada manusia untuk hidup lebih lama.

Diestimasikan bahwa bakteri ini berumur 3.5 miliar tahun, Dr. Brouchkov terkejut karena melihat bahwa bakterianya masih hidup.

Bacillus F sepertinya dapat membuat makhluk hidup di sekitarnya hidup lebih lama juga.  ("Aku tidak akan bersinar jika kamu tidak bersinar.") Studi terbaru menunjukkan efeknya pada tikus dan lalat buah, hasilnya menjanjikan bahwa bakteri ini dapat memperpanjang jangka waktu kehidupan.

Bahkan, Dr Viktor Chernyavsky, seorang Epidemiologist asal Rusia mengatakan bakteri ini sebagai "Elixir of Life."

Bacillus F adalah namanya untuk sementara, namun kita dapat menyimpulkan bahwa Dr Viktor benar, bakteri ini luar biasa.

Tikus dapat diperpanjang jangka umur hidupnya, bahkan tikus saja masih dapat melakukan pembuahan bahkan walaupun sudah "nenek-nenek." 

Orang-orang yang tinggal di wilayah Yakutsk juga hidup lebih lama dibandingkan dengan rata-rata orang di dunia—mungkin karena bakteri ini telah masuk ke filter sumber air minum mereka.

Kita masih membutuhkan riset lebih lanjut mengenai bakteri ini, apakah hal ini merupakan suatu hal yang nyata bahwa kita dapat memperpanjang umur? Tulis jawabanmu di kolom komentar!

Intinya untuk sekarang kita menjalani kehidupan kita yang biasa sembari berpikir logis dan kritis, menelaah  pertanyaan secara filosofis guna menciptakan resolusi kehidupan yang ada, jangan lupa untuk keep questioning.

Artikel Terkait

Tertarik dengan hal-hal misteri dan astronomi
vi veri universum vivus vici
By the power of truth, I, while living, have conquered the universe.

gunakan formulir komentar dengan bijak, jangan promosi tanpa seizin owner
EmoticonEmoticon